Sabtu, 07 Juli 2012

DISFLATYL®

 
KOMPOSISI :

Tiap tablet mengandung 40 mg dimetilpolisiloksan aktif

TINJAUAN UMUM :


Gangguan pencernaan dengan penimbunan gas yang berlebihan dalam lambung dan usus.

Gejala yang biasanya timbul adalah : perasaan tertekan, tegang dan perasaan penuh dalam perut bagian atas,sendawa,kembung perasaan sakit,dan juga kejang usus.

Karena tegangan dalam usus, usus dapat mendorong diafragma ke atas ecara mekanis, menyebabkan gangguan-gangguan terhadap jantung dan sesak napas (gastrocardiac syndrome).
         
Gejala-gejala seperti ini cukup mengganggu kesehatan secara keseluruhan dan bisa terjadi.DISFLATYL diindikasikan untuk hal-hal tersebut dan telah terbukti efektif.

DISFLATYL merupakan suatu Pengobatan Cara baru Pada Penimbunan gas yang abnormal dalam saluran pencernaan.DISFLATYL mengandung dimetil pohsilotean   aktif,   suatu   zaT yang  bekerja pada permukaan yang tertutup oleh lapisan lendir yang berada dalam lambung dan usus akan pecah.

DISFLATYL bekerja secara cepat menghilangkan gas pentebab rasa kembung.

Komponen aktif yang terpenting dari DISFLATYL yaitu polisiloksan, tidak diserap dalam lambung dan usus, dengan demikian tidak menimbulkan bahaya apapun pada tubuh.

INDIKASI :

Penimbunan gas dalam saluran cerna, perasaan penuh dan tertekan pada perut bagian atas, meteorismus yang bersifat sementara yang disebabkan oleh makanan yang tidak cocok atau kurangnya gerakan fisik, meteorismus setelah operasi; gangguan jantung; persiapan untuk pemeriksaan lambung, usus.kandung empedu, ginjal dengan X-ray dan sebelum gastroscopy.

DOSIS :

1 - 2 tablet dikunyah sesudah makan; sebagai persiapan untuk pemeriksaan X-ray diberikan selama 2 atau 3 hari sebelum pemeriksaan.

Tips dan Cara Menghilangkan Komedo

Pada dasarnya adalah jerawat yang menghiasi wajah dan untuk lebih mengenali jenis komedo yang hinggap di wajah anda ada baiknya mengetahui hal berikut sebelum menghilangkan komedo bahwa jenis jerawat yang satu ini terdiri dari dua jenis. Pertama, komedo yang terbuka (blackhead) terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam (yang berwarna hitam tersebut adalah penyumbat pori yang berubah warna karena teroksidasi dengan udara). Kedua, Komedo yang tertutup (whitehead), memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil-kecil di bawah kulit. Nah jika sudah mengenali jenis komedo yang menyerang anda tentu akan membuat pekerjaan cara menghilangkan komedo akan terasa lebih terfokus.
Penyebab timbulnya komedo ini lebih banyak disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit. Ini terjadi bila Anda tidak rajin membersihkan kulit wajah sehingga sel-sel kulit mati menumpuk dan minyak di permukaan kulit kemudian menutup sel-sel kulit, lalu terjadilah penyumbatan. Make up dan produk penataan rambut yang mengandung minyak juga dapat memperparah keadaan. Dari berbagai referensi berikut ini saya hadirkan.
Tips dan Trik Cara menghilangkan Komedo Secara Alami dan Ilmiah:
  1. Hindari penggunaan kosmetik berbentuk krim dan minyak yang dapat meningkatkan peluang terjadinya komedo.
  2. Berikan wajah Anda uap setidaknya seminggu sekali. Tempatkan wajah Anda di atas mangguk berisi air mendidih agar uap air menyentuh kulit wajah. Untuk mendapatkan uap secara maksimal, tutup kepala Anda dengan handuk. Lalu, gunakan campuran madu dan gula untuk melakukan scrubbing. Cara ini akan menghilangkan komedo sekaligus melembutkan kulit Anda.
  3. Pengelupasan merupakan langkah penting untuk menghilangkan sel-sel kulit mati. Ini membantu menyingkirkan kulit mati yang menimbun di pori-pori kulit penyebab komedo dan jerawat.
  4. Bagi pemilik kulit berminyak, cobalah gunakan masker yang berbahan tanah liat guna mengurangi minyak di kulit. Pilih masker yang tidak mengandung mint, peppermint atau bahan penyebab iritasi lain. Lebih baik gunakan bahan yang tak mengandung tambahan aroma.
  5. Buatlah masker pembasmi komedo dengan mencampur air jeruk nipis, minyak almond dan gliserin. Oleskan pada wajah selama beberapa menit. Ini tidak hanya akan membantu mengurangi komedo, tetapi juga menyingkirkan noda hitam bekas jerawat pada wajah.
  6. Lembabkan wajah dengan menempelkan kain basah hangat setiap malam selama 15 menit. Ini akan mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran, dan partikel lainnya menyumbat pori-pori. Setelah digunakan, rebus kain dalam air mendidih untuk membunuh kuman dan bakteri.
  7. Hangatkan sedikit madu lalu oleskan pada wajah yang berkomedo. Cuci wajah setelah 10 menit. Madu bertindak sebagai pelembab alami sekaligus mengangkat komedo.
Metode – metode diatas bila dilakukan secara konsisten tentu akan memberikan hasil yang memuaskan seperti cara mengecilkan perut dan merawat kuku. Yang sangat perlu di perhatikan disini jangan pernah mencoba memencet dan mengeluarkan komedo dengan kuku. Jangankan mendapatkan hasil dari langkah membersihkan komedo atau menghilangkan jerawat , yang ada kulit wajah bisa terluka dan teriritasi hingga memungkinkan masuknya bakteri dalam kulit jadi gunakanlah cara menghilangkan komedo yang efektif.

ISOPRINOSINE

komposisi
Metisoprinol.




INDIKASI



Immunomodulator untuk penyakit virus dan untuk kondisi immunodefisiensi.



PERHATIAN



Periksa kadar asam urat dalam serum pada pasien yang menderita gout, urolitiasis atau gangguan fungsi ginjal.



EFEK SAMPING




Peningkatan kadar asam urat dalam urin dan atau serum yang bersifat sementara.
Jarang : ruam kulit dan atau gatal-gatal, gangguan saluran pencernaan, mual, lesu dan atau rasa tidak enak badan yang tidakjelas,
dan diare, sakit kepala, vertigo, nyeri sendi, susah buang air besar, dan poliuria (kencing banyak).




KEMASAN



Tablet 500 mg x 8 biji.

DOSIS



Untuk orang dewasa dan anak-anak.
Dosis rata-rata : 50 mg/kg berat badan/hari dalam 3-4 dosis terbagi saat bangun (dosis tidak diberikan pada malam hari).
Pada infeksi berat, fase akut : 100 mg/kg berat badan/hari dalam 4-6 dosis terbagi.
Lama pengobatan biasanya  : 7-10 hari.


Pengobatan dilanjutkan paling sedikit selama 2 hari setelah gejala-gejala hilang.

Senin, 11 Juni 2012

Tali Pusat


Tali pusat atau funiculus umbilicalis adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan, sehingga zat-zat gizi dan oksigen dapat masuk ke tubuh janin. Pada hari ke-14 pasca konsepsi, diskus embrio, kantong amnion dan yolk salc menyatu dengan villi korion melalui connecting stalk kemudian akan menjadi tali pusat.
Struktur Tali Pusat
Tali pusat terdapat antara pusat janin dan permukaan fetal plasenta. Warnanya dari luar putih dan merupakan tali yang berpilin. Panjangnya ± 55 cm (30 – 100 cm) dan diameter 1 – 1,5 cm. Pembuluh-pembuluh darahnya biasanya lebih panjang dari tali pusatnya sendiri sehingga pembuluh berkelok-kelok. Kadang-kadang menimbulkan tonjolan pada permukaan tali pusat dan diberi nama simpul palsu.
  1. Tengah : insertio sentralis
  2. Sedikit ke samping: insertio paracentralis
  3. Samping : insertio lateralis
  4. Pinggir : insertio marginalis
  5. Di luar plasenta/di selaput janin : insertio velamentosa
Tali pusat secara normal berinsersi di bagian sentral ke dalam permukaan fetal plasenta. Namun, ada beberapa yang memiliki kelainan letak seperti:
  1. Insersi tali pusat Battledore
  2. Insersi tali pusat Velamentous
Insersi tali pusat Battledore
Pada kasus ini tali pusat terhubung ke paling pinggir plasenta seperti bentuk bet tenis meja. Kondisi ini tidak bermasalah kecuali sambungannya rapuh.
Insersi tali pusat Velamentous
Tali pusat berinsersi ke dalam membran agak jauh dari pinggir plasenta. Pembuluh darah umbilikus melewati membran mulai dari tali pusat ke plasenta. Bila letak plasenta normal, tidak berbahaya untuk janin, tetapi tali pusat dapat terputus bila dilakukan tarikan pada penanganan aktif di kala tiga persalinan.
Tali pusat terdiri atas dua arteri umbilikalis (mengembalikan produk sisa dari fetus ke plasenta, di mana produk sisa tersebut diasimilasi ke dalam peredaran darah maternal untuk diekskresikan) dan satu vena umbilikalis (membawa oksigen dan memberi nutrien ke sistem peredaran darah fetus dari darah maternal, yang terletak di dalam spatium choriodeciduale).
Bagian luar tali pusat berasal dari lapisan amnion, sedangkan bagian dalam terdapat jaringan lembek (selai warthon), melindungi dua arteri umbilikalis dan satu vena umbilikalis dalam tali pusat.
Fungsi Tali Pusat
Tali pusat mempunyai fungsi sebagai:
  1. Media transportasi nutrisi dan oksigen dari plasenta ke tubuh janin
  2. Media transportasi untuk pengeluaran sisa metabolisme janin ke tubuh ibu
  3. Media transportasi zat antibodi dari ibu ke janin
  4. Media transportasi zat antibodi dari ibu ke janin
Sirkulasi Tali Pusat
Fetus dalam rahim ibu mempunyai dua kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu oksigen dan nutrisi serta membuang produk sisa yang dihasilkan oleh sel-selnya. Struktur yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan fetus adalah plasenta. Plasenta mempunyai banyak vilus yang tumbuh dari membran, menyelimuti fetus dan menembus dinding uterus yaitu endometrium.
Endometrium kaya dengan aliran darah ibu. Jaringan kapilari darah fetus berada di dalam vilus. Darah yang kaya oksigen dan nutrien dibawa melalui vena umbilicalis. Sebaliknya darah yang sampai ke vilus dari fetus melalui arteri umbilicalis dalam tali pusat, mengandung produk sisa seperti karbon dioksida dan urea. Produk sisa ini akan meresap ke membran dan masuk darah ibu. Darah ibu dan darah fetus dalam vilus sangat rapat, akan tetapi kedua darah tersebut tidak bercampur karena dipisahkan oleh suatu membran.
Oksigen, air, glukosa, asid amino, lipid, garam mineral, vitamin, hormon, dan antibodi dari darah ibu perlu menembus membran ini dan memasuki kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus. Selain oksigen dan nutrien, antibodi dari darah ibu juga meresap ke dalam darah fetus melalui plasenta. Antibodi ini melindungi fetus dan bayi yang dilahirkan daripada jangkitan penyakit.




Gambar. Sirkulasi tali pusat


Referensi
ayurai.wordpress.com/2009/05/21/talipusat-umbillicus/ unduh 22 maret 2011, 01:19 AM
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Cetakan Ke III. Jakarta.
dhiluphelyhend.blogspot.com/2008/05/bab-i-pendahuluan-1.html unduh 22 maret 2011, 01:24 AM
embryology.med.unsw.edu.au/Science/ANAT2341lab04_4.htm unduh 24 maret 2011, 04:24 AM
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Yogyakarta: Fitramaya.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta: EGC
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta: Dian Rakyat.
restikikilestari.blogspot.com/2011/02/plasenta-dan-tali-pusat.html unduh 24 maret 2011, 04:20 AM
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika